21 Okt 2012

Unknown

Ia datang. Seperti malaikat.
Malaikat bersuara parau. Nyaris tak terdengar.
Aroma tubuhnya yang segar - seperti wangi buah semangka - masih tercium sama seperti 5 tahun lalu.
Binar matanya pun masih meluluhkanku. Binar mata seorang ksatria tanpa kuda.
Namun kali ini mata itu berbicara. Memohon.




Tetap disini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar