Tampilkan postingan dengan label Laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laut. Tampilkan semua postingan

5 Mei 2016

-Nya

bag. 1

Ada banyak hal yang baru kita tahu
Tentang aku yang terus pasang surut, dan kau yang tetap menuju laut
Kaubilang aku ini teduh
Pelonggar kesesakan-kesesakan dan peluh yang menanti hidup
Yang membuatmu punya nyali tenggelam kendati kau benci menjadi muram

Begitu banyak hal yang baru kita tahu
Tentang ingatanku yang masih hujan, menetes dari balkon rumah seorang teman
Dan masih saja kau,
perempuan yang menyisakan harapan lewat pantulan genangan
Aku benci matamu
Terlebih lagi tanda tanya itu
yang di tiap sudutnya muncul kelebat wajahmu

Banyak hal yang baru kita tahu
Tentang menjadi lapang, puisi, dan hijau masa lalu
Tentang kau, rumah, angin sore, dan
-Nya

Malam itu,
Ada satu hal yang baru kita tau
Bahwa yang paling meneduhkan hanyalah
-Nya


Jakarta, 17 April 2010
-A

20 Sep 2012

Untitled

Aku hujan, dan kamu laut yang hening.
Aku ingin mengalir.
Memecah keheningan sebelum kita terlalu jengah untuk terus berlari.
Aku ingin mengalir.
Bersama waktu yang telah ku rekam sebaik-baiknya.
Waktu yang mengajarkan kita untuk menerima.
Dan aku ingin mengalir.
Dengan genangan cahaya anomali jingga.
Bersamamu.
Kendati ku kagumi tatapan teduh-mu layaknya laut paling hening.
Yang terbiasa menenangkan diri ini kapan pun kau mau.
Sementara syahdu adalah bicaramu.
Yang lebih lembut dari hujan yang menari-nari di tepian senja.

Aku lah hujan itu, sementara kamu lah laut yang paling hening.
Dan satu hal yang ku tau :
Pada akhirnya, setiap tetes hujan akan kembali ke laut.