Ia datang. Seperti malaikat.
Malaikat bersuara parau. Nyaris tak terdengar.
Aroma tubuhnya yang segar - seperti wangi buah semangka - masih tercium sama seperti 5 tahun lalu.
Binar matanya pun masih meluluhkanku. Binar mata seorang ksatria tanpa kuda.
Namun kali ini mata itu berbicara. Memohon.
Tetap disini.
21 Okt 2012
Things-That-Have-To-Be-Done-Before-I-Die list
MAKING SNOW ANGEL
KULIAH
WISUDA
NAIK HAJI
NGOBROL SAMA PAPA PANJANG LEBAR
BERTUALANG BER-4 KE LUAR JABODETABEK
NYANYI IRIS-NYA GOO GOO DOLLS SEKENCENG-KENCENGNYA PAS HARI WISUDA, KALO BISA DI ROOFTOP GEDUNG
NONTON COLDPLAY
BANTUIN GITA BIKIN PUB THE BEATLES SAMPE SUKSES
KERJA DI MEDIA MASSA
PUNYA PERUSAHAAN PERIKLANAN SENDIRI
BISA MAININ LAGU SIOEN-CRUISIN' PAKE KEYBOARD
MEMECAHKAN KASUS KRIMINALITAS
KETEMU LAGI SAMA ORANG-ORANG YANG TERLEWATKAN
PERGI KE IRLANDIA
NIKAH
REUNIAN SMA PAS UDAH PADA NIKAH
PERGI KE LIVERPOOL
KULIAH
WISUDA
NAIK HAJI
NGOBROL SAMA PAPA PANJANG LEBAR
BERTUALANG BER-4 KE LUAR JABODETABEK
NYANYI IRIS-NYA GOO GOO DOLLS SEKENCENG-KENCENGNYA PAS HARI WISUDA, KALO BISA DI ROOFTOP GEDUNG
NONTON COLDPLAY
BANTUIN GITA BIKIN PUB THE BEATLES SAMPE SUKSES
KERJA DI MEDIA MASSA
PUNYA PERUSAHAAN PERIKLANAN SENDIRI
BISA MAININ LAGU SIOEN-CRUISIN' PAKE KEYBOARD
MEMECAHKAN KASUS KRIMINALITAS
KETEMU LAGI SAMA ORANG-ORANG YANG TERLEWATKAN
NIKAH
REUNIAN SMA PAS UDAH PADA NIKAH
PERGI KE LIVERPOOL
20 Sep 2012
Untitled
Aku hujan, dan kamu laut yang hening.
Aku ingin mengalir.
Memecah keheningan sebelum kita terlalu jengah untuk terus berlari.
Aku ingin mengalir.
Bersama waktu yang telah ku rekam sebaik-baiknya.
Waktu yang mengajarkan kita untuk menerima.
Dan aku ingin mengalir.
Dengan genangan cahaya anomali jingga.
Bersamamu.
Kendati ku kagumi tatapan teduh-mu layaknya laut paling hening.
Yang terbiasa menenangkan diri ini kapan pun kau mau.
Sementara syahdu adalah bicaramu.
Yang lebih lembut dari hujan yang menari-nari di tepian senja.
Aku lah hujan itu, sementara kamu lah laut yang paling hening.
Dan satu hal yang ku tau :
Pada akhirnya, setiap tetes hujan akan kembali ke laut.
24 Jan 2012
Naif
Mereka,
adalah dua jiwa paling naif yang pernah Tuhan ciptakan. Semua begitu indah, sampai akhirnya saling merasa terasingkan. Tidak ada yang salah. Tidak ada yang merasa benar. Mereka hanya memutuskan untuk saling melewatkan.
19 Des 2011
Desember
Mungkin saat ini, kau sedang menikmati malam. Dengan secangkir teh hangat di tungku perapian itu. Bersikap biasa, namun harapan itu masih ada. Barangkali kau sudah menghapus setapak demi setapak jejak kakiku, atau tinta yang pernah ku toreh dulu. Terlalu segan untuk terus menyapaku bukan? Karena sikap apatisku hanya akan membuatmu meluruhkan air mata. Hatimupun sudah terlalu lelah untuk sekedar mengabari senyumku yang semakin layu. Menyesakkan jiwa, meradang, remuk redam, hingga nyanyianmu samar-samar terdengar parau.
Adalah rindu, kenangan yang kita titipkan saban hari dalam hela nafas panjang. Yang membawamu beranjak dari sebuah titik ke titik lainnya, membekukan suasana, berpijak entah dimana. Dan semua hanya masalah waktu. Waktu yang terus mengumandangkan syair indahnya, sampai kita terlena.
Malam ini, aku akan tetap terjaga. Memeluk erat selimut tebal coklat tua sembari menunggu berbagai argumen payahmu yang hanya bisa membuatku ternganga. Aku selalu rindu saat itu. Sungguh. Saat dimana aku hanya bisa duduk manis menatapmu sayu. Saat dimana airmata bahkan tidak lagi bisa mencairkan suasana. Kaku.
Malam ini, aku akan tetap terjaga. Memeluk erat selimut tebal coklat tua sembari menunggu berbagai argumen payahmu yang hanya bisa membuatku ternganga. Aku selalu rindu saat itu. Sungguh. Saat dimana aku hanya bisa duduk manis menatapmu sayu. Saat dimana airmata bahkan tidak lagi bisa mencairkan suasana. Kaku.
23 Jul 2011
11 Mar 2011
Memorabilia
yang membuatku mengingat hari itu kembali adalah mimpi
mimpi yang memaksaku berlari
yang tertulis dalam hujanan aksara berirama
sederhana
harapan mulai menari-nari
ia tumbuh bersama ratapan hati diselingi benci
berputar bersama ironi
yang kelak menyamarkan diri
telah kurangkai semua yang terbilang ada
halus, sehalus bicaranya
kutata dalam sebuah album jingga
biar kujadikan memorabilia
mimpi yang memaksaku berlari
yang tertulis dalam hujanan aksara berirama
sederhana
harapan mulai menari-nari
ia tumbuh bersama ratapan hati diselingi benci
berputar bersama ironi
yang kelak menyamarkan diri
telah kurangkai semua yang terbilang ada
halus, sehalus bicaranya
kutata dalam sebuah album jingga
biar kujadikan memorabilia
Mutiara Dewi, 11 Maret 2011
Langganan:
Postingan (Atom)

