you take me around the world
to see a hidden place
where everything is just
as wondrous as your eyes
you whisper in my ear
to make sure that you're always here
and yes, there's nothing to fear
cause we're officially near
you take me to the sky
cause you know that I loved to fly
but you have to wave me goodbye
I'd probably die
cause you're the only one to rely
12 Mar 2014
6 Jun 2013
Kaki
Sebab mulut masih mampu merapal do'a, maka lari saja.
Hingga subuh nanti, kita akan tersungkur pada kaki puisi.
~ Mutiara Dewi
Sepasang kaki melayang-layang kesana kemari.
Mereka sadar rumahnya bukan di bumi.
~ Gema Gita Persada
Biar saja kaki mungilmu tinggalkan jejak.
Sampai pasir berdesir hebat.
Sampai ombak mengikis pekat.
Dan hilang entah ditelan apa.
~ Dena Nabilla
Raganya renta, sedang ia berlagak bak kaki langit senja.
Menyimpan beban semesta
Bersandiwara demi buah cintanya.
~ Mutia Sekar Wangi
Hingga subuh nanti, kita akan tersungkur pada kaki puisi.
~ Mutiara Dewi
Sepasang kaki melayang-layang kesana kemari.
Mereka sadar rumahnya bukan di bumi.
~ Gema Gita Persada
Biar saja kaki mungilmu tinggalkan jejak.
Sampai pasir berdesir hebat.
Sampai ombak mengikis pekat.
Dan hilang entah ditelan apa.
~ Dena Nabilla
Raganya renta, sedang ia berlagak bak kaki langit senja.
Menyimpan beban semesta
Bersandiwara demi buah cintanya.
~ Mutia Sekar Wangi
5 Juni 2013
Kendati
Ada yang selalu hadir di bayang, kendati bukan bayan.
Ia yang menyulam rambutku dan dijadikannya baju.
~ Mutiara Dewi
Kendati nyiur dihempas angin sampai ke ufuk, tak ada ia lagi terpatri di akar.
~ Gema Gita Persada
Kendati kamu bersemayam di kepalaku, sedang aku hanya tenang memahami bayang jejakmu.
Tak ada hasrat lebih selain itu.
~ Dena Nabilla
Jengah ia berlari, tak ayal mengharap mati.
Kendati ia tahu, pagi tak pernah ingkari janji pada bumi.
~ Mutia Sekar Wangi
Ia yang menyulam rambutku dan dijadikannya baju.
~ Mutiara Dewi
Kendati nyiur dihempas angin sampai ke ufuk, tak ada ia lagi terpatri di akar.
~ Gema Gita Persada
Kendati kamu bersemayam di kepalaku, sedang aku hanya tenang memahami bayang jejakmu.
Tak ada hasrat lebih selain itu.
~ Dena Nabilla
Jengah ia berlari, tak ayal mengharap mati.
Kendati ia tahu, pagi tak pernah ingkari janji pada bumi.
~ Mutia Sekar Wangi
4 Juni 2013
Kuno
Tabahlah pada waktu, yang merajuk ingin dirajut sejak zaman kuno dulu.
~ Mutiara Dewi
Rindu ku pada kawanan burung pelikan yang menari-nari diiringi melodi kuno di Selatan sana.
~ Gema Gita Persada
Jam dinding kuno berdentang memecah keheningan petang.
Namun mereka tetap ditulikan oleh kepalsuan!
~ Dena Nabilla
Kendati senja kian pekat, masih saja ku dendangkan alunan bongo nan kuno meski tak lagi bermelodi.
~ Mutia Sekar Wangi
~ Mutiara Dewi
Rindu ku pada kawanan burung pelikan yang menari-nari diiringi melodi kuno di Selatan sana.
~ Gema Gita Persada
Jam dinding kuno berdentang memecah keheningan petang.
Namun mereka tetap ditulikan oleh kepalsuan!
~ Dena Nabilla
Kendati senja kian pekat, masih saja ku dendangkan alunan bongo nan kuno meski tak lagi bermelodi.
~ Mutia Sekar Wangi
3 Juni 2013
Sementara
Barangkali kepalamu, yang tak kedap dari mata teduh itu.
Sementara kepalaku telah dipenuhi doa beribu-ribu.
~ Mutiara Dewi
Sementara ia bersuka cita dalam dusta, terajut elegi dalam hatinya.
~ Gema Gita Persada
Dengan semu keningmu hadirkan peluh rindu.
Sementara aku bisu dalam derana dan berharap hujan teteskan peluh rindumu.
~ Dena Nabilla
Perempuan menari elok dalam buaian hampa, tapi bersabda akan cinta.
Sementara berjelaga tapi ku ada dalam mesra yang nyata.
~ Mutia Sekar Wangi
Sementara kepalaku telah dipenuhi doa beribu-ribu.
~ Mutiara Dewi
Sementara ia bersuka cita dalam dusta, terajut elegi dalam hatinya.
~ Gema Gita Persada
Dengan semu keningmu hadirkan peluh rindu.
Sementara aku bisu dalam derana dan berharap hujan teteskan peluh rindumu.
~ Dena Nabilla
Perempuan menari elok dalam buaian hampa, tapi bersabda akan cinta.
Sementara berjelaga tapi ku ada dalam mesra yang nyata.
~ Mutia Sekar Wangi
2 Juni 2013
4 Mei 2013
Kepada Laut
Aku ini tetes terakhir sisa hujan subuh tadi
Dan untuk terakhir kali
Ini doa ku paling tinggi
Jika jumpa nanti khayali
Aku bisa rangkai tiap sajak teduh nan puitik esok nanti
Di dermaga tempat kita kembali
Tapi apadaya
Matahari sudah meninggi
Hujanmu pun sudah reda
Ah, aku ini pemimpi
Terlalu berani mengarungi doa
Dan untuk terakhir kali
Ini doa ku paling tinggi
Jika jumpa nanti khayali
Aku bisa rangkai tiap sajak teduh nan puitik esok nanti
Di dermaga tempat kita kembali
Tapi apadaya
Matahari sudah meninggi
Hujanmu pun sudah reda
Ah, aku ini pemimpi
Terlalu berani mengarungi doa
21 Apr 2013
Jarak
Ada yang harus dikenang dalam setiap langkah : Jarak
Ialah zenit tertinggi
Bukan untuk diratapi
Tetapi perigi
Tempat membasuh hati
Jika ia pergi
Jarak adalah api
Api pada lilin yang membungkam hati
Hingga perlahan nyala itu mati
Tidak sebentar lagi
Namun pasti mati
Langganan:
Postingan (Atom)

